Fungsi Pakaian Menurut Al-quran

Fungsi pakaian dijelaskan dalam Al-Qur’an secara tegas diantaranya:

Untuk menutup aurat
Menutup aurat merupakan fungsi utama dalam berpakaian, karena dengan berpakaian manusia bisa melakukan aktifitas lain. Sebagaimana fungsi pakaian untuk menutup aurat dijelaskan dalam al-qur’an surat Al- A’rāf ayat 27:
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpinpemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Qur’an Surat Al- A’rāf: 27).
Hadis Nabi

Tidak boleh orang yang telanjang thawaf di Ka’bah.” (Sahih, HR. al- Bukhari No. 1622 dan Muslim no. 1347)

Islam mengatur masalah aurat, menetapkan batasanbatasan tertentu untuk laki-laki maupun perempuan. Khusus untuk mus l imah, memiliki pakai an khusus yang menunj uk ka n j a t id i r inya s e ba ga i s e orang mus l ima h.

Fungsi sebagai penghias
Pakaian sebagai perhiasan untuk memperindah penampilan di hadapan Allah dan sesama manusia. Seseorang bebas merancang dan membuat bentuk atau mode serta warna pakaian yang dianggapindah, menarik, serta menyenangkan, selama tidak melanggar batas-batas yang telah ditentukan syariat Islam .

Fungsi sebagai pelindung
Pakaian berfungsi sebagai pelindung dari hal-hal luar, sebagai mana dijelaskan dalam Qur’an surat An-Naḥl:81

Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gununggunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan.” (QS. An-Naḥl:81)20

Ayat ini mengisyaratkan fungsi pakaian sebagai pelindung manusia dari sengatan panas dan dingin serta membentengi manusia dari hal-hal yang dapat menggangu ketentraman. Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsurunsur yang merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari yang mengandung ultraviolet. Pakaian juga mengurangi tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga.

Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif.

Pakaian sebagai Pembeda
Fungsi ketiga yaitu pakaian menunjukan sosial juga dapat dikembangkan kepada dua bagian besar yaitu pakaian Nasional dan pakaian Tradisional (atau pakaian daerah). Pakaian Nasional dapat diartikan sebagai pakaian yang mencirikan suatu Negara, sebagaimana pakaian Nasional Indonesia telah disepakati secara nasional untuk wanita adalah Kain batik dan kebaya, atau kain batik dengan baju kurung.

Sedangkan pakaian Tradisional adalah pakaian yang menunjukkan ciri dari satu daerah, dan pakaian ini biasanya dipakai pada upacara-upaca adat setempat. Orang Jawa termasuk orang yang hidup pada tatanan, termasuk dalam berpakaian ada aturan tersendiri mulai dari istana, abdi dalem dan rakyat biasa. Raja menempati puncak keindahan kemewahan. Apa yang dipakai raja tidak boleh disamai oleh abdi atau rakyatnya. Pakaian untuk abdi dalem metengan (polisi), yaitu jagawesti dan jagalatri harus pakai bebed dan lurik (kain bergaris).

Habarah merupakan pakaian tardisionl wanita masyarakat Mesir yang biasanya dipakai oleh orang dari golongan ekonomi kelas atas, sedangkan wanita yang dari golongan ekonomi kelas bawah memakai pakaian Izar.

Masyarakat barat mempunyai ciri pakaian tersendiri yaitu: rok, gaun dan sepatu hak tinggi biasanya dilihat sebagai pakaian perempuan, sementara dasi biasanya dilihat sebagai pakaian pria. Celana pernah dilihat sebagai pakaian khusus laki-laki, tetapi saat ini dikenakan oleh kedua jenis kelamin. Pakaian laki-laki kadang-kadang lebih praktis dari pada pakaian perempuan (yaitu, mereka dapat berfungsi dengan baik dalam berbagai macam situasi), tetapi pakaian wanita kadang-kadang lebih luas dalam hal mode dari pada pakaian laki-laki.

Zaman sekarang, banyak sekali wanita-wanita yang berpakaian tidak menentu lagi, berleher rendah, hingga dadanya tampak, atau juga berpakaian yang sangat sempit dan ketat hingga garis tubuhnya tampak dengan jelas. Jenis pakaian seperti inilah yang merendahkan martabat kewanitaan meraka. Laki-laki biasanya diperbolehkan untuk bertelanjang dada dalam berbagai tempat umum, seperti di kolam berenang. Biasanya wanita diperbolehkan memakai pakaian pria. Namun sebaliknya, pria yang memakai pakaian wanita seringkali dianggap aneh. Dalam beberapa budaya, hukum mengatur apa yang dipakai pria dan wanita diharuskan memakainya.

Agama Islam mengaturan pakaian untuk perempuan memakai bentuk-bentuk yang lebih sederhana dari pakaian adat yaitu pakaian untuk menutup tubuhnya dan jilbab untuk menutup tubuh bagian atas. Pakaian seperti ini dikenakan oleh wanita muslim. Pakaian untuk laki-laki dalam Islam juga lebih sederhana.

Negara menetapkan pakaian-pakaian tertentu dengan model dan warna tertentu bagi angkatan perangnya, untuk membedakan angkatan perang negara lain, karena pakaian menjadi dapat menjadi pembeda antara seseorang bahkan masyarakat dengan yang lain. Sebagai mana fungsi pakaian yang dijelaskan pada Qur’an surat Al-Ahzāb:59

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (Quran Surat Al-Ahzāb:59)

Dalam ayat tadi jelas bahwa seorang wanita muslim cara berpakaiannya harus menutupi seluruh tubuhnya. Jilbab, yaitu pakaian menuti seluruh tubuh, seperti Jubah. Dengan pakaian seperti ini wanita akan terhindar dari berbagai godaan dan ganggua. Pakaian juga akan membedakan seorang wanita muslim dengan non muslim, yaitu untuk mempertegas eksistensi wanita muslim di tengah-tengah masyarakat. Pakaian selain sebagai pelindung dan sebagai identitas diri juga sebagai sarana penunjang serta penghalang dalam aktivitas sehari-hari manusia dalam menjalani kehidupan di dunia.

Sosial budaya
Pakaian dalam seting sosial budaya tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat. Nilai tersebut dapat saja bersumber dari ajaran agama atau nilai budaya yang dibentuk secara turun temurun dari para leluhur sebagai warisan yang dipegang dan dianut oleh suatu komunitas. Nilai yang berasal dari leluhur merupakan kreasi orangorang terdahulu sebagai bentuk warisan mulia yang harus dipertahankan oleh generasi selanjutnya. Nilai ini patut dipertahankan karena dapat menjaga eksistensi nilai kemanusiaan dari setiap anggota masyarakat.

Indonesia pada saat ini terdapat 33 pasang bentuk pakaian tradisional, dan setiap pakaian daerah tersebut dapat lagi berkembang dengan berbagai bentuk sesuai dengan upacara adat yang dilaksanakan.

Misalnya pakaian untuk upacara kelahiran, pernikahan dan kematian. Mode Pakaian selalu berkembang mengikuti zaman tetapi masih banyak yang menitik beratkan pada budaya. Fungsi pakaian juga berkaitan dengan perkembangan masyarakat. Jas pada zaman dulu di Eropa dipakai laki-laki pekerja buruh pabrik untuk menunjukan rasa tidak senang kepada para bangsawan yang selalu berpakaian mewah, tapi sekarang pakaian jas di pakai orang-orang kaya dan mempunyai kedudukan sosial tinggi. Di Roma kuno, hanya para senator yang diizinkan untuk memakai pakaian yang dicelup dengan warna ungu Tyrian.

Di Cina, sebelum pembentukan republik, hanya kaisar yang boleh memakai pakaian berwarna kuning. Ini juga terjadi di negara Indonesia pada zaman dulu batik dipakai hanya orang tua, tapi seiring perkembangan zaman dan mode pakaian batik dinikmati semua kalangan. Dalam kebanyakan budaya, perbedaan pakaian antara kedua jenis kelamin dianggap pantas untuk laki-laki dan perempuan.

Fungsi pakaian yang telah disebutkan diatas sangat berpengaruh baik pada kehidupan manusia, akan tetapi fungsi pakaian tidak berlaku jika sipemakai, bahkan menimbulkan kesan negatif. Apabila seseorang tidak membentengi dirinya dengan berbagai ilmu dan akhlak, maka keindahan busana kehalusan kulit tidak akan berguna. Pakaian itu mempunyai kegunaan atau fungsi yang telah di tetapkan. Sehingga tidak boleh digunakan untuk membangkitkan hal-hal yang dibenci atau memberi peluang terjadinya hal-hal yang tercela.