Macam-macam Rezeki

Rahmat Allah SWT kepada makhluk-Nya, terutama manusia terwujud dalam rezeki yang bermacam-macam. Tidak mungkin kita mampu menyebutkannya satu persatu. Jika ada yang mencoba menghitungnya satu per satu dengan alat secanggih apapun niscaya tidak akan berhasil. Sebab terlalu banyak nikmat rezeki yang diberikan Allah kepada manusia. Meskipun demikian, secara garis besar rezeki dapat dikelompokkan ke dalam dua macam; rezeki yang bersifat umum dan khusus.



Mungkin karena sudah terbiasa, kebanyakan manusia sering tidak menyadari bahwa semua yang dirasakannya merupakan rezeki dari Allah. Mereka menganggap hal itu merupakan sesuatu yang sudah sewajarnya karena semua manusia memilikinya. Rezeki yang bersifat umum inilah yang sengaja diberikan kepada semua makhluk, termasuk mereka yang membangkang dalam kekafiran.
Kita pun sering mendengar bahwa ada rezeki yang halal dan haram. Rezeki ini termasuk dalam kategori rezeki umum. Rezeki yang halal akan mengantarkan penerimanya kepada amal kebajikan yang berakhir di dalam Surga. Sebaliknya, rezeki yang haram akan menyeret penerima dan penggunanya ke dalam kemaksiatan dan kesengsaraan di akhirat.
Sedangkan rezeki yang khusus adalah rezeki yang bersifat langgeng kebajikannya, baik di dunia maupun di akhirat. Rezeki khusus ini dibedakan menjadi dua: rezeki yang berhubungan dengan rohani atau hati seseorang dan rezeki yang berkaitan dengan tubuh, yaitu rezeki halal yang tidak mengandung syubhat.
Ketika seorang Mukmin berdo‟a kepada Allah agar diberi rezeki, maka sesungguhnya rezeki itulah yang diminta, yaitu rezeki keimanan penambah kekuatan hatinya dan rezeki halal yang memberikan energi untuk tubuhnya dalam melaksanakan perintah ketaatan kepada Allah SWT.[1]

Imam Zahidi mengatakan bahwa rezeki seorang hamba itu sebagaimana keyakinan seorang hamba terhadap rezeki yang akan Allah berikan. Dalam Ḥȃsiyatul kasyȃf dikatakan bahwa:

Sesungguhnya rezeki itu merupakan anugerah dari Allah”

Dalam hal ini, lebih spesifik lagi bahwa rezeki dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bagian:
  1. Rezeki yang ditentukan, yaitu setiap manusia semuanya memiliki rezeki, dan masing-masing dari rezeki mereka itu semuanya sudah diatur dan ditentukan oleh Allah, jadi jika rezeki seseorang itu sudah habis maka habis pula umurnya.
  2. ezeki yang dijanjikan, yaitu dalam hal ini ada kaitannya dengan Alquran Surat at-Ṭolȃq ayat 3. Bahwasannya Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang-orang yang bertaqwa.
  3. Rezeki milik, yang dimaksud dengan rezeki milik yaitu segala sesuatu yang dipakai oleh manusia. Tidak mesti berupa materi, tetapi pakaian, rumah, anak, dan yang semisalnya itu semua merupakan rezeki, namun yang sebagian tadi disebutkan itu termasuk ke dalam kategori rezeki milik.[2]

Rujukan

[1] Nur Faizin, Rezeki Alquran…,h.13
[2] Utsman bin Hasan, Durrȃtun Nȃsiḥȋn, (Surabaya: al-Hidayah, 13 H), h.93.