Kegunaan Filsafat

Untuk apa kita harus belajar filsafat? Kita kan tidak kepingin jadi filosof. Selain untuk mencukupi SKS dan memenuhi ketentuan akademis, apa memang ada kegunaan lain dari filsafat? Jika saya ingin mengetahui jawaban filosofis terhadap berbagai persoalan hidup dan permasalahan dunia, ternyata filsafat bukannya dapat menawarkan jawaban yang pasti dan jalan keluar yang aman. Malah filsafat lebih banyak merupakan aktivitas olah otak (sebagai lawan dari olahraga) yang mempersoalkan jawaban yang ada, bahkan pertanyaan yang diajukan.

Tidak mendapatkan jawaban pasti atas pertanyaan hakikat, dan tidak memperoleh jalan keluar dari problema yang membelit tentu menggelisahkan. Sesudah ada jawaban malah dipersoalkan atau mempersoalkan yang sehari-hari tidak menjadi persoalan, seperti yang dilakukan filsafat, ‘kan malah membingungkan. Tetapi mempermasalahkan hakikat persoalan dan mempertanyakan jawaban yang dikembangkan,akan membuat kita lebih arif dan bijaksana dalam mengarungi kehidupan dan memahami alam. Lebih arif dan bijaksana inilah merupakan faedah utama filsafat. Seperti namanya, filsafat, kita tidak menguasai pengetahuan, kita hanya cinta pada kebijaksanaan.

Apa faedah lain dari filsafat? Sadar atau tidak, kita berpikir, merenung, memilih dan bertingkah laku dan bertindak berdasarkan keyakinan yang kita panuti dan nilai merupakan permasalahan yang tidak tuntas dijawab hanya dengan tradisi, konvensi, ilmu, atau gabung semuanya.

Pencarian dan penuntasan masalah itu akan banyak terbantu dengan filsafat. Filsafat itu adalah suatu bagian dari keyakinan dan tindakan kita, meskipun kebanyakan hal ini tanpa kita sadari. Jika kita menyadari, maka tentu akan lebih baik. Membuat Anda lebih sadar ini merupakan filsafat.

Barangkali, kegunaan lain filsafat adalah kemampuannya untuk memperluas bidang-bidang keinsafan kita. Banyak orang memiliki pengetahuan yang banyak tetapi picik, mempunyai keterampilan yang berharga, tetapi tidak berwawasan, dan berkuasa tetapi tidak berprikemanusiaan.

Mereka tidak insyaf. Mereka laksana katak dalam tempurung. Karena tersungkup dalam ruang kecil pengap, mereka menyombongkan diri dan mengira bahwa merekalah paling pintar, paling terampil, paling berkuasa, paling ahli, dan paling segalanya. Filsafat akan mampu menguakkan awan tebal yang meliputi surya kearifan, serta mampu membebaskan mereka dari ‘tempurung yang menyesatkan itu’. Ketidakmampuan filsafat memberikan jawaban pasti terhadap permasalahan kehidupan akan membuat kita sadar, insyaf dan tidak sombong atas keterbatasan manusia sebagai manusia dengan belajar filsafat kita akan lebih manusiawi.
Loading...